Desa Kopeng
Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang - 33
Administrator | 08 Desember 2024 | 3.226 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
08 Desember 2024
3.226 Kali Dibaca
Adat istiadat di kopeng masih kental dengan nuasa islam hindu, wali songo demak, dan cina keturunan belanda. Namun seiring terjadinya perubahan mental dan proses keturunan yang terus berkembang maka budaya asli desa kopeng sudah mengalami pergeseran yang semula Ritual sekarang sudah menjadi Kesenian belaka. Banyak ditemukan kesenian di desa ini, seperti Sorengan/ prajuritan, warok'an, kethoprak, dan wayang kulit.
LEGENDA KOPENG
Legenda nama desa kopeng konon dari cerita turun temurun diceritakan erat kaitannya dengan keberadaan kerajaan islam di jawa tengah yaitu Demak, Wali songo, Gunung Merbabu, dan Rawa pening di Banyubiru Ambarawa 14 km dari kota salatiga.
Cerita ini di mulai dari seorag kesatria sakti mandara guna dari kerajaan Demak yang bernama Senopati Daraka, dengan pusakanya yang bernama Kyai kukusan (sebutan puncak muhtar) yang konon kesatria bertapa di gunung merbabu di dusun yang namanya Dakkan (berasal dari kata Daraka) dan ini ada dan termasuk salah satu nama pedusunan di kopeng di sisi barat gunung merbabu.
Dari wali songo, diceritakan bahwa mereka pernah bertemu dan berkumpul di puncak gunung merbabu yang merupakan gunung tertinggi di jawa tengah, mereka berkumpul untuk menentukan siapa pemimpin dari ke-sembilan wali itu, yang kemudian dimana puncak merbabu itu dabadikan dengan nama "kenteng songo" puncak tertinggi di gunung merbabu.
Kemudian nama Kopeng sendiri berasal dari legenda seorang anak sakti mandraguna berkepala manusia dan berbadan ular, yang kemudian disebut-sebut bernama Baru Klinting (legenda terjadinya rawa pening) Dia bertapa melingkari gunung merbabu sampai ujung ekor bisa bertemu dengan kepalanya, agar sempurna ujutnya sebagai manusia dan dengan tujuan bisa diakui oleh ayahnya. Namun dalam proses pertapaanya itu ada usaha-usaha dan gangguan alam serta trik dari sang bapak yang memang tidak mau mengakui sang anak tersebut, yaitu berupa menindih ekor sang ular dengan batu besar sehingga sampai "gepeng" atau pipih, nah dimana konon posisi batu besar yang menindih ujung ekor tersebut berada di bukit sisi utara timur Bumi perkemahan Umbul Songo, tidak jauh dari lokasi Treetop Edventure kopeng berada, dari kejahuan batu besar itu nampak sebagai kaki bukit. Dari nama Gepeng inilah maka di peroleh nama KOPENG saat ini.
Dan cerita inilah konon menjadi awal mula legenda yang sering di dengar dengan Si bocah dekil sakti dengan sapu lidinya, bernama Baru Klinting dengan rawa peningnya, di banyubiru amabarawa JATENG.
ADAT RITUAL
Adat nuansa ritual yang masih cukup kental adalah Saparan, hajattan keluarga di bulan sapar jawa, yaitu hajattan mengundang sanak keluarga dan tetangga untuk saling berkunjung kerumah. Adat ini dilakukan beda waktu antar dusun yang satu dengan yang lain sehingga bisa saling mengundang dan datang. Namun adat ini sudah mulai menipis karena adanya perubahan komunkasi dari berkunjung menjadi SMS di Hp. Kemudian ada satu adat kepercayaan untuk ruwatan seorang anak yang sering disebut dengan anak Gimbal, yaitu rambut dibiarkan menggumpal dan tidak pernah di sisir, tradisi ini kalau beruntung masih bisa anda jumpai di pos pendakian Thekellan, atau di dusun thekellan.
Adat lain seperti Nydran, ritual kirim sesajen di sumber mata air, guna menghormati penunggu sumber mata air untuk agar selalu memberi kemakmuran disekitarnya. Adat kirim bunga saat menjelang Hari raya idul fitri yang disebut nyekar tetap ada di kopeng seperti desa di daerah jawa lain.
.
Religi /Agama, semua agama ada, yang paling banyak adalah Islam dan Kristen hampir berimbang, namun meskipun beda agama mereka tidak mempersoalkan hubungan dan konsep agama masing-masing, yah secara teknis pada umumnya agama di kopeng lebih bersifat KTP belaka.
Adat istiadat di kopeng masih kental dengan nuasa islam hindu, wali songo demak, dan cina keturunan belanda. Namun seiring terjadinya perubahan mental dan proses keturunan yang terus berkembang maka budaya asli desa kopeng sudah mengalami pergeseran yang semula Ritual sekarang sudah menjadi Kesenian belaka. Banyak ditemukan kesenian di desa ini, seperti Sorengan/ prajuritan, warok'an, kethoprak, dan wayang kulit.
LEGENDA KOPENG
Legenda nama desa kopeng konon dari cerita turun temurun diceritakan erat kaitannya dengan keberadaan kerajaan islam di jawa tengah yaitu Demak, Wali songo, Gunung Merbabu, dan Rawa pening di Banyubiru Ambarawa 14 km dari kota salatiga.
Cerita ini di mulai dari seorag kesatria sakti mandara guna dari kerajaan Demak yang bernama Senopati Daraka, dengan pusakanya yang bernama Kyai kukusan (sebutan puncak muhtar) yang konon kesatria bertapa di gunung merbabu di dusun yang namanya Dakkan (berasal dari kata Daraka) dan ini ada dan termasuk salah satu nama pedusunan di kopeng di sisi barat gunung merbabu.
Dari wali songo, diceritakan bahwa mereka pernah bertemu dan berkumpul di puncak gunung merbabu yang merupakan gunung tertinggi di jawa tengah, mereka berkumpul untuk menentukan siapa pemimpin dari ke-sembilan wali itu, yang kemudian dimana puncak merbabu itu dabadikan dengan nama "kenteng songo" puncak tertinggi di gunung merbabu.
Kemudian nama Kopeng sendiri berasal dari legenda seorang anak sakti mandraguna berkepala manusia dan berbadan ular, yang kemudian disebut-sebut bernama Baru Klinting (legenda terjadinya rawa pening) Dia bertapa melingkari gunung merbabu sampai ujung ekor bisa bertemu dengan kepalanya, agar sempurna ujutnya sebagai manusia dan dengan tujuan bisa diakui oleh ayahnya. Namun dalam proses pertapaanya itu ada usaha-usaha dan gangguan alam serta trik dari sang bapak yang memang tidak mau mengakui sang anak tersebut, yaitu berupa menindih ekor sang ular dengan batu besar sehingga sampai "gepeng" atau pipih, nah dimana konon posisi batu besar yang menindih ujung ekor tersebut berada di bukit sisi utara timur Bumi perkemahan Umbul Songo, tidak jauh dari lokasi Treetop Edventure kopeng berada, dari kejahuan batu besar itu nampak sebagai kaki bukit. Dari nama Gepeng inilah maka di peroleh nama KOPENG saat ini.
Dan cerita inilah konon menjadi awal mula legenda yang sering di dengar dengan Si bocah dekil sakti dengan sapu lidinya, bernama Baru Klinting dengan rawa peningnya, di banyubiru amabarawa JATENG.
ADAT RITUAL
Adat nuansa ritual yang masih cukup kental adalah Saparan, hajattan keluarga di bulan sapar jawa, yaitu hajattan mengundang sanak keluarga dan tetangga untuk saling berkunjung kerumah. Adat ini dilakukan beda waktu antar dusun yang satu dengan yang lain sehingga bisa saling mengundang dan datang. Namun adat ini sudah mulai menipis karena adanya perubahan komunkasi dari berkunjung menjadi SMS di Hp. Kemudian ada satu adat kepercayaan untuk ruwatan seorang anak yang sering disebut dengan anak Gimbal, yaitu rambut dibiarkan menggumpal dan tidak pernah di sisir, tradisi ini kalau beruntung masih bisa anda jumpai di pos pendakian Thekellan, atau di dusun thekellan.
Adat lain seperti Nydran, ritual kirim sesajen di sumber mata air, guna menghormati penunggu sumber mata air untuk agar selalu memberi kemakmuran disekitarnya. Adat kirim bunga saat menjelang Hari raya idul fitri yang disebut nyekar tetap ada di kopeng seperti desa di daerah jawa lain.
.
Religi /Agama, semua agama ada, yang paling banyak adalah Islam dan Kristen hampir berimbang, namun meskipun beda agama mereka tidak mempersoalkan hubungan dan konsep agama masing-masing, yah secara teknis pada umumnya agama di kopeng lebih bersifat KTP belaka.
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
-
-
LAKI-LAKI
-
PEREMPUAN
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
-
TOTAL
Aparatur Desa
Pj. Kepala Desa
REBO SARWOTO
Sekretaris
NUR HASIM
Kasi Kesra
HARUN PURWANTO
Kasi Pemerintahan
LUKAS SUGIONO
Kasi Umum Perencanaan
IKA SEPTIANI
Kasi Pelayanan
MARO'ON
Kadus Cuntel
JOKO SUSILO
Kadus Kopeng
SIGIT ASMORO
Kadus Plalar
WAHONO
Kadus Sidomukti
DEWANTORO
Kadus Blancir
HARMAN SARBINI
Kadus Tayeman
YUSUF RAHARJO
Kadus Dukuh
DARMIATI
Kadus Kasiran
RESTU KISAWA JATI
Staff Teknis
GRESELLA PUTRI ERIKA
Staff Teknis
AZIZ PURNAMA
TIM IT
Mr. AP
TIM IT
Mr. DW
Bendahara
TRIYONO
Staff Teknis
NEZTY NOVIANA P
Staff Teknis
ISNA MASNIA A
Desa Kopeng
Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, 33
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
KEHADIRAN
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 15:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 15:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 15:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 15:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 15:00:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
Arsip Artikel
952 Kali
Peran Penting BUMDes Dalam Ketahanan Pangan Tahun 2025
634 Kali
PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH DESA KOPENG
535 Kali
Seleksi Staf Teknis Desa Kopeng
519 Kali
Pemerintah Desa Kopeng Meriahkan HUT Kabupaten Semarang Ke - 504 (Susuk Wangan)
449 Kali
Pemerintah Desa Kopeng Sampaikan Ucapan Selamat atas Pelantikan Bupati Kabupaten Semarang
397 Kali
PROFIL DESA KOPENG (KKN UIN 2022)
382 Kali
Tonggak Sejarah Ekonomi Desa: Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Resmi Dimulai
235 Kali
Penetapan APBDes 2026
40 Kali
Pengelolaan Bumdes Tirto Umbul Rejo Kopeng
60 Kali
Segenap Pemerintah Desa Kopeng Mengucapkan Selamat Hari Natal & Tahun Baru
62 Kali
BUMDes Serahkan PADes Hasil Usaha Tahun 2025
50 Kali
Pemerintah DesaKopeng Mengucapkan Selamat Hari Ibu 2025: Kasih Ibu, Terang Bagi Desa
46 Kali
Rayakan Hari Ibu, TP-PKK Desa Kopeng Gelar Lomba dan Kemeriahan
34 Kali
Wujudkan Tata Kelola Transparan, Desa Kopeng Jalani Penilaian Desa Anti Korupsi
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 79 |
| Kemarin | : | 303 |
| Total | : | 56,328 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.28 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |


Kirim Komentar